penyebab penyakit ada di tubuh

Image Source

Pernah merasa tidak enak badan atau rasa pegal di sekujur badan? Entah karena selesai melakukan aktivitas berat atau telat makan. Atau bahkan kalian merasa tidak mengalami keduanya tetapi tiba-tiba demam menyerang. Sebenarnya apa sih yang menyebabkan penyakit itu tiba-tiba masuk ke dalam tubuh?

Beberapa kondisi bisa menjadi sebab terjadinya virus menyerang sistem imun tubuh, salah satunya adalah ketika orang terdekat sedang mengalami hal serupa dan kita menjadi korban penularan. Tetapi banyak hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam keseharian kita. Secara ringkas, 7 hal di bawah ini adalah biang keladi dari penyakit yang kita alami:

Penyebab Timbulnya Penyakit

  1. Pencemaran Udara
  2. Makanan dan Minuman yang Tidak Sehat
  3. Aktifitas Fisik yang tidak Seimbang
  4. Aktifitas Psikologis yang Merusak
  5. Tidur yang Tidak Seimbang
  6. Kondisi Terlalu Bebas atau Terpenjara
  7. Pola Makan yang Salah

Ketujuh penyebab tersebut telah kami rangkumkan bagaimana hal tersebut dapat menjadi pemicu munculnya penyakit pada diri manusia :

1. Pencemaran Udara

penyakit karena udara

Image Source

Selama udara yang dimaksud disini bersih dan tidak tercemar, maka udara akan sangat baik bagi kesehatan. Tapi jika terjadi perubahan pada udara itu sendiri, maka statusnya pun akan berubah. Udara terdiri dari unsur-unsur gas, salah satu yang paling penting diantaranya adalah oksigen. Setiap kali volume oksigen itu berkurang di dalam udara, maka akan berkurang pula manfaat udara itu, pengaruhnya akan sangat berbahaya bagi jaringan tubuh dan berbagai fungsinya.

Oksigen yang melakukan oksidasi terhadap unsur-unsur makanan telah berhasil dicerna sehingga memungkinkan bagi tubuh untuk mengambil manfaat darinya. Inilah yang disebut dengan “asimilasi makanan”. Beberapa penyakit yang mungkin timbul karena gangguan udara :

  1. Tercemarnya udara oleh berbagai macam gas, misalnya karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO) yang berasal dari asap kendaraan juga pabrik dapat mengakibatkan aneka macam penyakit paru, dari alergi udara kronis sampai kanker paru dan tenggorokan. Sementara gas yang mengandung uap timah juga memiliki pengaruh yang sangat buruk terhadap jaringan paru dan saraf tubuh, khususnya saraf pendengaran.
  2. Penelitian modern telah menegaskan kekurangan oksigen menjadi faktor yang sangat penting bagi timbulnya penyakit kanker.
  3. Setiap musim membawa penyakit tersendiri dan memusnahkan semua yang bertolak belakang dengannya. Misalnya, musim panas sangat berpotensi memunculkan penyakit kuning. Penyakit ini menyebar di musim panas melalui penyebarannya oleh lalat rumah yang membawa virus penyebab penyakit ini menempel di rambut-rambut kakinya lalu mencemari makanan.
  4. Udara dingin menguatkan tubuh dan memperbaiki pencernaan. Sementara udara panas sebaliknya. Dimana ketika udara mengalami perubahan, wabah penyakit bisa berkembang.

2. Makanan dan Minuman yang Tidak Sehat

penyakit disebabkan karena makanan dan minuman

Image Source

Tentunya tidak semua makanan dan minuman merupakan racun bagi tubuh. Sama halnya dengan udara. Beberapa jenis makanan yang dikonsumsi manusia sering kali menjadi penyebab timbulnya penyakit. Pada umumnya orang melihat sebuah makanan atau minuman itu sehat atau tidak berdasarkan bahan dasar makanan yang digunakan. Memang, beberapa makanan olahan terbuat dari bahan-bahan yang sehat dan bernutrisi, namun beberapa zat atau bahan tambahan inilah yang bisa menjadi sumber penyakit yang tersembunyi.

Jadi mulai dari sekarang, cerdaslah dalam memilih asupan makanan dan minuman sehari-hari. Sebab jangan sampai keenakan mengkonsumsi makanan yang seolah sehat, namun sebenarnya justru sedang menimbun penyakit. Tanpa kita sadari, penyakit-penyakit kronis seperti jantung koroner, ginjal, stroke, diabetes bahkan kanker akan mengintai kita jika rajin mengonsumsinya.

Makanan yang dikonsumsi harus terdiri dari bahan-bahan pokok, yaitu protein, amilum (zat tepung), lemak, vitamin dan garam (mineral). Inilah yang disebut makanan sempurna dan seimbang. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengonsumsi makanan yang seluruhnya berasal dari lemak atau tepung (karbohidrat). Selain itu, harus ada keseimbangan alamiah bahan makanan. Artinya, jika sebagian bersifat asam, maka sebagian lainnya harus bersifat alkali untuk mengimbangi asam tersebut.

Terlalu banyak warna akan mengacaukan sifat alaminya. Lezat itu lebih baik bila tidak berlebihan. Membiasakan diri mengonsumsi makanan yang hambar bisa menghilangkan selera dan membuat tubuh jadi malas. Sementara makanan yang banyak mengandung asam, bisa mempercepat penuaan, makanan manis akan meningkatkan selera, tapi menyebabkan kegemukan, sedang asin dapat mengeringkan tubuh dan membuatnya kurus.

Oleh karena itu, makanan yang baik adalah makanan yang seimbang dan yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.

3. Aktivitas Fisik yang Tidak Seimbang

penyakit disebabkan karena fisik

Image Source

Gerakan fisik bisa menimbulkan kehangatan pada tubuh sementara diam sebaliknya, membuat tubuh menjadi dingin. Dikutip dalam Tribun News, tingginya angka kejadian penyakit tidak menular disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik.

Perlu diketahui bahwa melakukan aktivitas fisik minimal 15 menit dalam sehari dapat meningkatkan kualitas tidur, menghilangkan stress, meningkatkan serotonin dalam otak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan tentunya membuat tubuh terlihat lebih bugar. Bisa dibayangkan berapa banyak manfaat yang kita tinggalkan jika hanya berdiam diri saja seharian.

4. Aktivitas Psikologis yang Merusak

penyakit disebabkan oleh stres

Image Source

Sedih, bahagia, cemas dan malu. Semua kondisi kejiwaan tersebut bisa timbul karena adanya gerakan jiwa, baik ke dalam maupun keluar tubuh. Hal ini bisa menjadi momok terdiri bagi tubuh terserang penyakit.

5. Tidur dan Terjaga yang tidak Seimbang

tentang penyakit dan pola tidur

Image Source

Tidur dianggap sebagai waktu istirahat bagi roh dari pergulatan hidup yang keras. Dengan tidur, seseorang harus melepaskan senjatanya – secara suka rela maupun terpaksa – untuk kemudian menyerahkan diri pada kedamaian. Kebutuhan manusia pada tidur sama dengan kebutuhan mereka pada makanan dan minuman. Tidur merupakan waktu istirahat bagi beberapa saraf yang telah bekerja keras, juga otak yang dibebani dengan berbagai beban dan masalah kehidupan.

Di dalam tidur, otak dikembalikan pada susunannya agar bisa menghadapi kehidupan selanjutnya. Tidur juga dianggap sebagian waktu istirahat bagi otot yang kelelahan, juga waktu pembaharuan bagi makanannya, serta menyiapkannya untuk menghadapi tugas selanjutnya yang melelahkan.

Jika kebutuhan tidur tidak terpenuhi dengan baik dan cukup, maka hal itu bisa mengakibatkan kerusakan pada kekuatan mental, menyebabkan insomnia, keletihan serta ketegangan pada otak dan saraf.

Sedangkan lama tidur tergantung usia seseorang. Bayi membutuhkan waktu yang lebih lama daripada anak muda. Sementara usia produktif membutuhkan waktu tidur yang lebih lama daripada orang yang sudah lanjut usia. Semakin nyenyak tidur seseorang, maka tubuhnya akan memperoleh manfaat lebih banyak. Dengan kata lain, tidur sebentar tapi nyenyak, lebih baik daripada tidur lama tapi tidak nyenyak.

6. Kondisi Terlalu Bebas dan Terpenjara

tentang penyakit dan kebebasan

Image Source

Seseorang yang terlalu bebas tidak akan hidup bahagia dan cenderung tak terarah. Sementara orang yang hidupnya terlalu dikekang pun demikian, akan cenderung sakit-sakitan. Oleh karena itu, pertengahan dari keduanya adalah lebih baik dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan.

7. Pola Makan yang Salah

tentang penyakit pola makan yang salah

Image Source

Perlu kalian ketahui, mengonsumsi makanan pada saat yang tepat dan memang dibutuhkan merupakan satu sebab bagi bertahannya kesehatan dalam diri seseorang. Makan tiga kali dalam sehari merupakan aturan paling baik bagi tubuh. Yang lebih baik lagi, apabila waktu makan itu telah ditetapkan sedemikian rupa. Rentang antara makan pertama dan kedua yang kurang dari 4 atau 5 jam karena waktu tersebut sudah dianggap cukup bagi lambung untuk mencerna makanan.

Sedang makan yang tidak teratur, misalnya karena dilakukan saat sibuk mengerjakan pekerjaan, atau karena tidak teraturnya jam kerja, maka hal tersebut dapat mengakibatkan kekacauan dalam proses pencernaan yang berdampak buruk bagi usus besar. Dimana penderita akan mengalami susah buang air besar, terkadang juga diare dan usus buntu. Biasanya penyakit ini diderita oleh para pekerja yang tidak teratur jadwal makannya.

Disarankan juga untuk tidak makan antara dua waktu makan. Yang lebih disarankan lagi, ketika gangguan pada pencernaan yang disebabkan oleh konsumsi makanan berat adalah tidak makan untuk jam makan berikutnya. Sebab mengistirahatkan lambung setelah kerja keras akan memberinya kesempatan untuk mengembalikan staminanya sekaligus menata kembali sistem kerjanya.

Rasa lapar membersihkan indra penciuman, mengurangi air liur di mulut, dan memperkeruh warna kencing. Pada saat itu yang harus dilakukan adalah makan. Diantara tanda-tanda tubuh membutuhkan makan adalah meningkatnya sensitivitas indra penciuman terhadap aroma makanan yang sudah dikenal. Sensitivitas ini dikirim ke otak yang kemudian diolah untuk mengenali aroma masakan tersebut.

Ketika kandungan air mengurang pada tubuh maka produksi air liur pun akan berkurang. Oleh karena itu, mulut terasa kering. Demikian halnya ginjal yang menjadi enggan mengeluarkan kencing dan warnanya juga semakin keruh, sementara jumlahnya semakin sedikit, dengan bau yang bertambah tajam karena adanya konsentrasi unsur polina dan garam.

Demikian halnya mengonsumsi makanan saat tidak dibutuhkan tubuh akan menyebabkan kebodohan. Bahkan tindakan ini merupakan salah satu sebab timbulnya berbagai penyakit. Makanan sisa dalam tubuh akan tertimbun dalam bentuk lemak di bawah permukaan kulit dan dinding pembuluh darah.

Penyebab sebagian besar penyakit berasal dari penimbunan ini. Diantaranya, penyakit arterioklerosis (penyumbatan pembuluh darah), dimana dinding pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lentur, tidak mampu meregang dan mengerut saat dibutuhkan tubuh. Atau terjadi berbagai perubahan pada tensi darah.

Nah, bagaimana? Apakah salah satu diantaranya adalah kebiasaan kalian? Jika iya, ayo rubah kebiasaan itu dari sekarang. Be healthy! 🙂

 

Sumber : As-Sayyid, Abdul Basith Muhammad.2006.Pola Makan Rasulullah.Jakarta Timur : Alfa