manfaat madu

Image Source

Bukan hal baru ketika kita membicarakan tentang madu sebagai sebuah makanan sekaligus obat. Orang dulu telah menemukan khasiat pengobatan dari madu dan menganggapnya sebagai makanan yang penting dikonsumsi oleh manusia. Adalah lebah, yang telah mencari bunga yang mengandung madu. Ia hanya memilih bunga-bunga yang memiliki aroma dan warna yang baik. Satu ekor lebah dalam sehari dapat mengeluarkan 10 gram madu dan dapat terbang pulang pergi sebanyak 60 kali dalam sehari.

Madu memiliki banyak macam, sesuai dengan perbedaan daerah dan musim. Jenis madu yang paling baik adalah yang diambil pada musim semi. Sebelum kita berbicara tentang pentingnya madu dan khasiat obat yang ada di dalamnya, mari simak dulu tabel di bawah ini untuk menjelaskan kandungan gizi dalam setiap 100 gram madu :

Kandungan Madu Asli

Unsur Kadar Unsur Kadar
Air 20 gr Protein 300 mg
Karbohidrat 79,5 gr Vitamin B1 130,3 mg
Vitamin B2 0,04 mg Asam Niasin 0,2 mg
Vitamin C 4 mg Asam Pantosinik 0,2 mg
Fosfor 0,16 mg Besi 0,9 mg
Kalsium 4 mg Seng 0,2 mg
Asam Sitrat 50 mg Potasium 10 mg

Dengan demikian, dalam setiap 100 gram madu mengandung 294 kalori. Ketika melihat tabel ini, kita akan menemukan bahwa madu memiliki kandungan gizi yang penting, serta merupakan minuman yang jauh lebih baik dibanding dengan berbagai macam suplemen dan penambah nafsu makan yang sangat disukai banyak orang. Bahkan minuman-minuman itu cenderung berbahaya bagi kesehatan, dimana pencernaan akan merasa kesulitan untuk mengubahnya. Selain itu, bisa jadi berbagai minuman itu mengandung pewarna atau pengawet dimana keduanya bisa menjadi racum bagi tubuh.

Selanjutnya mari kita bahas satu persatu vitamin yang terkandung dalam madu, diantaranya sebagai berikut :

1. Vitamin A

Vitamin A penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel kulit. Sebagaimana diketahui bahwa karotin adalah yang berubah dalam hati menjadi vitamin A. Vitamin ini memiliki peran penting bagi kesehatan kornea mata. Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan kebutaan, infeksi kulit, lemah tubuh dan terganggunya pertumbuhan.

2. Nikoten Air atau Niasin

Yaitu vitamin yang dapat mencegah penyakit pelagra atau penyakit yang diakibatkan kekurangan vitamin B. Pada umumnya menyerang kulit, selaput lendir dan fungsi pencernaan. Penyakit ini bisa membuat kulit pecah-pecah jika terkena sinar matahari (biasanya terjadi pada tangan dan kaki), yang mengakibatkan kulit menjadi kasar. Bisa juga menyebabkan luka bernanah. Sementara itu, kekurangan vitamin B dapat menyebabkan radang pada hidung, mulut, toraks dan radang pada lidah berupa pembengkakan di bagian tepi.

Bagi alat pencernaan, kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan beberapa macam gangguan hidroklorik yang memungkinkan terjadinya diare parah bahkan beberapa gejala lain seperti gangguan saraf, sakit kepala dan fungsi sekresi serta kelumpuhan pada anggota tubuh, termasuk melemahnya ingatan.

3. Vitamin B3, E, K dan Asam Folat

Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan rusaknya kelenjar suprarene (kelenjar di atas ginjal), memutihkan dan merontokkan rambut, luka pada saluran pencernaan dan gangguan pada fungsi pencernaan. Madu juga mengandung sedikit vitamin E (biotin) yang dapat melakukan perubahan yang baik bagi kulit. Kekurangan vitamin E bisa mengakibatkan kekeringan pada kulit, kekurangan hemoglobin dan kekeringan pada selaput lendir.

Sedikit kandungan asam folat dalam madu juga dapat membantu pencernaan untuk menjalankan fungsinya dengan lebih sempurna untuk membentuk sel-sel darah merah. Kekurangan zat ini dapat menyebabkan anemia dan sakit pada liver juga pankreas.

Dalam sebuah penelitian juga ditemukan, bahwa dalam madu mengandung sedikit vitamin K. vitamin ini penting sekali untuk proses thrombosis atau pembekuan darah, sehingga luka mudah mengering.

 

* * *

 

Selain beberapa vitamin di atas, madu juga mengandung beberapa enzim yang sangat penting bagi tubuh. Fungsi enzim sendiri adalah menyempurnakan proses biologis di dalam sel dengan mudah dan ringan dengan suhu tubuh yang normal. Adapun enzim-enzim terpenting yang ada dalam madu diantaranya enzim invertase, amylase dan katalis.

Dengan kandungan-kandungan yang telah di bahas di atas, tentunya tak heran jika madu menjadi bahan pengobatan paling ampuh. Penduduk Mesir kuno menganggap madu lebah sebagai obat bagi banyak penyakit. Madu lebah terdiri dari zat gula yang bermacam-macam, baik yang bersifat monosakarida, disakarida dan trisakarida. Yang paling utama adalah gula buah (fruktosa), gula anggur (glukosa) dan gula tebu (gula). Gula madu juga mengandung air antara 17-19% yang bisa menjaga kualitas madu dan manfaatnya. Apabila kadarnya melebihi persentase, maka akan merusak kualitas madu tersebut.

Selain itu, madu juga mengandung beberapa enzim penghancur yang berfungsi mencerna serta membantu proses pencernaan dan alkalis dengan asam-asam yang timbul karena proses aktivitas jasmani yang dapat menimbulkan ketidaksemangatan dan kelelahan. Oleh karena itu, setelah minum madu terkadang seseorang merasakan pulihnya vitalitas dan stamina tubuhnya.

Keistimewaan madu lainnya adalah sebagai makanan yang memiliki gizi tinggi, bersih, mudah dicerna dan mudah diserap tubuh. Terkadang madu dianggap sebagai sumber kesehatan, karena dapat mengobati rasa lemah, letih sekaligus menanggulangi anak-anak yang sakit karena kekurangan gizi.

Madu lebah juga berguna untuk mengobati penyakit gula bagi orang yang biasa menggunakan insulin untuk mengobatinya. Tetapi dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam ukuran yang tepat dan tidak berlebihan.

Selain itu madu juga dapat digunakan untuk mengobati kecanduan minuman keras, karena di dalamnya mengandung fruktosa yang dapat membantu terjadinya oksidasi pada alkohol dalam hati. Biasanya madu ini dicampur dengan air perasan jeruk nipis untuk menghentikan kecanduan minuman keras.

 

* * *

 

Manfaat lainnya madu lebah dapat digunakan untuk mengobati penyakit liver atau hati, serta membantu menghilangkan racun dan proses kerja hati. Terkadang madu juga digunakan untuk mengobati luka bakar. Ada yang mengatakan, dengan membubuhkan madu pada luka bakar, maka luka itu akan cepat sembuh dan tidak meninggalkan bekas. Dalam hal ini madu memiliki keistimewaan tersendiri yaitu tidak lengket pada luka. Bahkan madu akan membuat luka steril, terlepas dari kuman. Sebagaimana madu juga membantu mempercepat pemulihan luka.

Telah disebutkan dalam beberapa buku yang menaruh perhatian terhadap madu. Pada abad ke-17, seorang putri kerajaan telah terkena luka bakar di sekujur tubuhnya. Setelah diberi madu pada lukanya, luka bakar tersebut sembuh total dalam rentang waktu 3-6 hari dan tidak ditemukan bekas luka bakar di tubuhnya.

Wah, banyak sekali ya ternyata kandungan dan manfaat dari sebuah madu yang mungkin selama ini belum kita sadari. Pastinya masih banyak lagi manfaat madu dan bisa membutuhkan waktu yang banyak untuk kita membahasnya satu per satu. Yang jelas keluhan kesehatan yang kerap kali muncul bisa kita atasi dengan meneguk madu.

Bukankah dengan mengonsumsi madu secara teratur kita bisa meminimalisir konsumsi suplemen dan obat-obat yang notabene mengandung banyak bahan kimia. Jika yang alami lebih banyak mengandung manfaat, tidak perlu pikir panjang untuk mengonsumsinya bukan? 🙂