makanan untuk penderita diabet

Image Source

Diabetes Mellitus (DM) atau yang biasanya orang sebut dengan penyakit kencing manis merupakan suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula dalam darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau juga insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah.

Mengobati penyakit diabetes didasarkan pada 3 hal pokok, diantaranya makanan, obat (biji-bijian atau insulin) dan olahraga. Ketiga hal itu penting diperhatikan bagi penderita penyakit diabetes agar kadar gula dalam darah (glukosa) tetap seimbang. Sebenarnya penderita cukup dengan mengonsumsi biji-bijian sekalipun tanpa meminum obat. Yang penting, harus benar-benar bisa disiplin ditambah dengan olahraga yang teratur.

Penyakit seperti diabetes ini umumnya disebabkan oleh gaya hidup dan jenis makanan yang kita konsumsi. Oleh karena itu, penyembuhannya pun harus melalui makanan pula. Hanya saja, bagi penyakit seperti ini, makanan bisa menjadi obat sekaligus pemicu timbulnya penyakit lanjutan. Maka dari itu kami telah merangkum beberapa jenis makanan yang boleh dan tidak boleh bagi penderita diabetes mellitus.

1. Biji-bijian

mengonsumsi biji bijian

Image Source

Para ahli gizi menganjurkan bagi penderita diabetes untuk banyak mengonsumsi biji-bijian karena didalamnya banyak sekali mengandung serat, sekalipun biji-bijian juga mengandung banyak tepung. Tapi hal itu tidak dianggap berbahaya bagi penderita diabetes, karena keberadaan serat menjadikan penyerapan tubuh secara perlahan terhadap glukosa berlangsung sesuai dengan produksi insulin di dalamnya. Serat juga menambah kerja insulin dalam tubuh, selain itu juga dapat menurunkan kolesterol serta mencegah susah buang air besar.

Beberapa penelitian ilmiah di perguruan tinggi menunjukkan pentingnya mengonsumsi biji-bijian bagi penderita diabetes. Diantaranya adalah kajian yang dilakukan oleh Dr. Anderson terhadap beberapa penderita diabetes dimana para penderita menambah kadar insulinnya sampai 39% setelah membiasakan memakan biji-bijian. Konsumsilah setiap hari 2 cangkir biji-bijian kering seperti lupines atau kacang kedelai yang direbus atau biji-bijian lain yang kita sukai. Hal ini akan sangat berguna untuk menurunkan kolesterol dan mengatur kadar glukosa dalam darah, serta menambah produksi insulin dalam tubuh.

Seorang peneliti dari Australia menyarankan, “Bagi para penderita diabetes dianjurkan untuk menghindari biji-bijian yang dikemas (produk instan), karena biji-bijian seperti itu justru akan menambah kadar glukosa dalam darah. Sedang biji-bijian yang direbus atau yang diseduh dengan air, seperti lupines sangat dianjurkan”.

Di antara contoh yang baik dari biji-bijian yang telah kami sebutkan, diantaranya :

  1. Buncis yang direbus dalam air ditambah minyak zaitun dan air jeruk lemon.
  2. Kacang-kacangan ditambah jeruk lemon.
  3. Adas yang direbus ditambah minyak zaitun.
  4. Lupines atau chick pea yang diseduh dengan air.
  5. Jagung bakar.
  6. Hulbah (sejenis susu) sebagai minumannya.

2. Sayuran dan Buah-buahan

rajin mengonsumsi buah dan sayur

Image Source

Jenis makanan ini pun penting sekali bagi penderita diabetes, karena sayuran dan buah-buahan banyak mengandung serat, serta kandungan gizinya yang tinggi. Misalnya kubis/kol, articok, selada, mentimun, seledri, harnaksy, wortel dan jambu. Apel juga dianggap sebagai buah paling baik untuk penyakit diabetes karena kemampuannya mengatur kadar glukosa dalam darah, menurunkan kadar kelosterol dan tekanan darah tinggi, selain juga memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.

Mungkin ada yang masih heran, mengapa apel dan jambu dianggap sebagai buah yang baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, padahal buah ini mengandung kadar gula yang tinggi.

Perlu diketahui bahwa hakikatnya kandungan gula dalam buah apel dan jambu berperan dalam tubuh dengan sangat lambat. Dengan kata lain, tidak terlalu membebani pankreas untuk mengeluarkan insulin dalam jumlah besar untuk berinteraksi dengannya. Maka dari itu apel dan jambu dengan sifat khususnya tidak membahayakan, karena keduanya mengandung unsur serat yang tinggi.

Sebuah penelitian di Prancis menunjukkan bahwa banyak mengonsumsi jambu dan apel dapat menurunkan kadar kolesterol khususnya kaum wanita. Telah dibuktikan pada hari-hari pertama (dari tiga minggu), mengonsumsi apel memang membuat kadar kolesterol jadi meningkat, tetapi setelah itu akan mengalami penurunan yang luar biasa hingga mencapai tingkat normal.

Yang pasti, pengaruh jambu dan apel terhadap kadar kolesterol dan tekanan darah dalam tubuh seseorang berbeda antara sutu tubuh dengan tubuh lainnya, sesuai dengan susunan kimia yang dikandungnya. Namun, terkadang pengaruh ini sama sekali tidak dirasakan oleh sebagian orang. Saran saja buat kalian semua, agar apel tidak dikupas saat dikonsumsi, mengingat kulit apel banyak mengandung serat yang sangat berguna bagi tubuh kita.

Kebalikan dari apel dan jambu. Buah anggur dianggap sebagai buah paling berbahaya bagi penderita diabetes, karena dapat menambah kadar glukosa dalam darah. Namun, jika terpaksa harus memakannya, hendaklah mengonsumsinya dalam ukuran yang tepat.

3. Telur dan Susu

mengonsumsi telur dan susu

Image Source

Kuning telur adalah makanan yang banyak mengandung kolesterol. Oleh karenanya, disarankan untuk tidak mengonsumsinya terlalu berlebihan, maksimal 2-3 butir saja dalam seminggu.

Berbeda dengan bagian putihnya, andungan protein yang tinggi dalam putih telur sangat bermanfaat bagi tubuh khususnya penderita diabetes. Sedangkan susu zabadi dan susu murni dianggap minuman yang baik bagi penderita diabetes. Disarankan sebelum meminum susu agar bagian atasnya dibuang karena mengandung banyak lemak.

4. Daging Putih

penderita diabetes disarankan mengonsumsi daging putih

Image Source

Secara umum para ahli gizi menyarankan agar penderita diabetes lebih bersandar pada konsumsi protein nabati, misalnya kacang kedelai dan jenis kacang-kacangan lainnya atau protein hewani yang diambil dari susu dan hasil produksinya. Disarankan untuk tidak banyak mengonsumsi protein hewani yang bersumber dari daging.

Namun, jika harus memakan daging, disarankan mengonsumsi daging putih (daging ikan dan burung), karena daging putih tidak terlalu banyak mengandung lemak dan mudah dicerna. Kurangilah mengonsumsi daging merah karena dapat menimbun lemak dalam tubuh sehingga berpengaruh dalam peningkatan kadar glukosa dalam darah.

5. Hindari Makanan Berlemak

menghindari makanan berlemak

Image Source

Hindarilah jenis makanan berlemak. Karena makanan seperti ini mengandung kolesterol cukup tinggi. Misalnya, lemak-lemak hewani, mentega dan daging merah. Lebih baik menggantinya dengan lemak nabati atau minyak nabati dalam sajian makanan.

Perlu diketahui bahwa lemak yang ada pada sumber makanan nabati tidak terlalu membahayakan, tapi dapat menambah berat badan. Misalnya lemak yang ada pada kemiri, badam, kelapa, kacang tanah dan minyak nabati lainnya.

6. Hindari Makanan Manis

penderita diabetes menghindari gula pasir

Image Source

Hati-hati terhadap gula pasir, jangan banyak mengonsumsi gula putih. Sebaiknya gula yang biasa kita pakai diganti dengan gula yang khusus digunakan untuk para penderita diabetes.

Waspadalah juga dengan makanan yang banyak mengandung gula pasir, seperti permen dan sejenisnya. Sebab jika gula dikonsumsi dalam jumlah yang banyak maka tubuh tidak dapat mengontrol kadar glukosa. Kadar gula dalam tubuh akan meningkat dan kejadian buruknya dapat menyebabkan pingsan serta koma.

7. Nasi

nasi meringankan kadar kolesterol penderita diabetes

Image Source

Secara umum banyak pendapat yang menganjurkan penderita diabetes untuk tidak mengonsumsi nasi dikarenakan kandungan glukosa dalam nasi dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Namun sebuah kajian terbaru menyebutkan bahwa nasi (beras) sangat bermanfaat sekali bagi penderita diabetes, karena dapat meringankan kadar kolesterol dan menekan kadar glukosa dalam darah. Hal itu terjadi karena beras memiliki khasiat kesehatan yang bermacam-macam.

Selain baik untuk penderita diabetes, beras juga baik untuk penderita penyakit lain, diantaranya menurunkan tekanan darah tinggi, menyembuhkan penyakit kulit, mencegah terjadinya diare dan menjaga tubuh dari serangan kanker.

8. Hindari Mie dan Kentang

hindari makan mie dan ketang

Image Source

Keduanya sangat berbahaya sekali bagi penderita diabetes, khususnya kentang. Karena jenis sayuran ini memicu penambahan glukosa dalam darah.

9. Roti Kulit Gandum

mengonsumsi roti kulit gandum untuk penderita diabetes

Image Source

Utamakan roti yang banyak mengandung kulit gandum (dalam bentuk tepung coklat), karena roti jenis ini banyak mengandung serat. Selain itu kulit gandum banyak mengandung vitamin B dan C. Keduanya dapat berfungsi menguatkan tubuh karena biasanya penderita diabetes sering mengalami kelemahan tubuh dan hilangnya vitalitas. Oleh karena itu, roti jenis ini sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

10. Air

mengonsumsi air yang cukup

Image Source

Minumlah air dalam ukuran yang memadai setiap harinya. Jangan menahan haus terlalu lama, karena keberadaan air yang cukup dalam tubuh dapat menghindarkan bahaya bagi kedua ginjal, karena air berfungsi mencuci saluran kemih dan dapat mencegah penyerapan zat garam, mengingat ginjal penderita diabetes lebih mudah terserang daripada organ lainnya.

Selain itu, air memiliki manfaat yang sangat besar saat terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah, dimana air bekerja meringankan konsentrasinya di dalam darah dan membersihkan glukosa berlebihan dan membuangnya bersama air seni. Bahkan air juga dianggap sebagai cara mengobati ketika kadar gula dalam darah benar-benar tinggi. Cara terbaik untuk membatasi kecukupan air dalam tubuh adalah dengan melihat warna air kencing. Jika terlihat berwarna keruh, berarti kita sangat membutuhkan air.

Adapun kopi, teh dan softdrink sebisa mungkin untuk dihindari dan diganti dengan minuman-minuman yang lebih bermanfaat, seperti susu dan jus buah. Karena ketiga jenis minuman ini mengandung kafein yang diketahui dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Bahkan jika berlebihan mengonsumsi kafein dapat menimbulkan ketegangan saraf, gangguan pada pencernaan dan sebagainya.

11. Vitamin dan Mineral

makanan untuk penderita diabetes mengandung vitamin mineral

Image Source

Diantara mineral dan unsur yang paling dibutuhkan oleh penderita diabetes adalah seng, karena seng (Ze) dapat membantu menambah kekebalan tubuh dan mengganti jaringan-jaringan yang telah rusak. Zat ini penting untuk menimbulkan kalori (energi) pada sel. Zat ini terdapat dalam sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan jamur. Selanjutnya adalah kromium. Zat ini dapat berfungsi untuk menambah insulin dalam tubuh. Sementara insulin dapat menjaga keseimbangan glukosa dalam darah.

Sehubungan dengan vitamin, yang paling baik untuk penderita diabetes adalah vitamin C, karena vitamin ini dapat membantu mencegah terjadinya penyakit berkelanjutan akibat lemahnya imun tubuh penderita, menambah aktivitas kerja jaringan sekaligus mempercepat kesembuhan luka, mengingat luka penderita diabetes biasanya sulit sekali disembuhkan. Vitamin C banyak terkandung dalam jeruk, tomat dan murbei.

Selain itu penderita diabetes juga sangat membutuhkan vitamin B kompleks dengan segala jenisnya, seperti vitamin B1. Jenis vitamin ini penting sekali untuk kesehatan saraf serta berfungsi untuk mencerna gula. Zat ini banyak terkandung dalam roti gandum, biji-bijian yang tidak dilepaskan kulitnya, sayuran dan ragi. Selain itu ada vitamin B6 yang juga sangat berguna bagi pertumbuhan sel.

Maka dari itu, penderita diabetes sangat membutuhkan zat ini. Vitamin ini banyak juga terkandung dalam pisang, biji-bijian yang tidak dikupas kulitnya, jamur dan sayuran. Lalu yang terakhir adalah niasin. Zat ini dapat mengaktifkan kromium. Zat ini banyak terkandung dalam biji-bijian yang tidak terlepas kulitnya, makanan yang diragi juga pada riddah.

Kesimpulannya adalah sayuran dan buah-buahan yang mengandung sulfat organik sangat berfungsi mengubah kedua benang insulin yang disebut dengan C-peptide menjadi insulin yang aktif, yaitu dengan menghubungkan kedua benang itu dengan satu ikatan atau jembatan sulfurat.

Jadi pendapat banyak orang tentang kandungan glukosa dalam buah dan sayuran yang dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah sudah dapat ditepis bukan? Bagaimana, sudah siap mengubah pola makan yang lebih sehat dari sekarang?