cara mengatasi keputihan

Image Source

Hai ladies, semua dari kalian pasti pernah mengalami yang namanya keputihan kan? Tenang saja, keputihan merupakan suatu hal yang normal terjadi pada setiap wanita. Bahkan cairan ini justru membantu membersihkan miss V agar tetap bersih dan sehat, serta menyediakan pelumas dan melindungi daerah kewanitaan dari infeksi dan iritasi.

Namun, ada beberapa kondisi dimana keputihan menjadi berbahaya. Keputihan yang abnormal bisa dilihat dari perbedaan warna, konsistensi, volume dan bau yang tidak seperti biasa.

Dalam kondisi normal cairan yang keluar berupa cairan bening dan tidak disertai gatal. Untuk volume setiap keputihan yang keluar tidaklah sama antara wanita yang satu dengan yang lainnya. Umumnya keadaan keputihan abnormal disebabkan oleh infeksi atau peradangan yang berkaitan dengan adanya penyakit tertentu.

Keputihan sering kali membuat wanita merasa tidak nyaman karena area miss V akan terasa lembab. Walaupun nyatanya keputihan yang dialami masih dalam kategori normal, ketidaknyamanan itu tentunya sangat mengganggu. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi intensitas pengeluaran cairan.

1. Stop Penggunaan Pantyliner

cara menghilangkan keputihan

Image Source

Tidak dapat dipungkiri, penggunaan pantyliner memang membuat kita merasa nyaman beraktivitas karena merasa miss V kita terhindar dari rasa lembab. Tetapi perlu kalian ketahui bahwa pemakaian pantyliner yang terus-menerus akan menyebabkan kulit tidak dapat bernafas dengan bebas.

Selain itu, pengendapan cairan dalam pantyliner yang cukup lama menyebabkan bakteri mudah berkembang biak sehingga jamur mudah tumbuh dengan cepat. Menurut Mary Peterson MD, direktur Midlife Health Center di University of Pittsburgh Medical Center’s Magee-Women’s Hospital, penggunaan pantyliner yang sama dalam waktu yang lama bisa menimbulkan bakteri bahkan infeksi jamur. Ini dikarenakan sirkulasi udara yang tidak baik di daerah tersebut.

Tidak selesai sampai disitu, Ginekolog, dr. Lauren Stricher, mengungkapkan bahaya yang ditimbulkan dari pantyliner yang notabene memiliki wewangian yang tentunya terbuat dari berbagai bahan kimia. Semakin cepat pantyliner dapat menyerap cairan, berarti semakin banyak juga bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Nah dengan banyaknya kandungan itu, sangat besar pula peluang terkena infeksi akibat alergi bahan kimia.

2. Banyak Konsumsi Vitamin C

cara mengatasi keputihan mengonsumsi vit c

Image Source

Vitamin C sudah tidak diragukan lagi manfaatnya, entah untuk kesehatan bahkan kecantikan sekalipun. Begitu pula dalam mengatasi masalah kewanitaan, vitamin C sangat berperan penting dalam mengurangi keputihan yang dialami. Disebut dalam top10homeremedies.com, buah-buahan yang kaya vitamin C ternyata juga bisa kalian manfaatkan sebagai cara mengatasi keputihan.

Vitamin C yang pada umumnya merupakan booster bagi sistem kekebalan tubuh terhadap jamur dan bakteri, memiliki peran ganda sebagai penghilang bakteri penyebab keputihan. Banyak mengkonsumsi makanan mengandung vitamin C membuat sistem imun kita lebih kuat sehingga dapat menghambat bakteri penyebab keputihan untuk menyebar peradangan lebih lanjut.

3. Sering Mengganti Celana Dalam

cara menghilangkan keputihan sering mengganti celana dalam

Image Source

Infeksi yang sering terjadi pada wanita yang sedang megalami keputihan tidak hanya karena bakteri yang disebabkan cairan itu sendiri, tetapi juga karena tingkat kesadaran wanita untuk mengganti celana dalam sesering mungkin masih sangat rendah.

Hal ini kadang kala menjadi alasan utama wanita untuk menggunakan pantyliner. Karena tanpa perlu mengganti celana dalam untuk intensitas waktu pendek, kita bisa beraktivitas seperti biasa. Padahal tindakan ini bisa membuat daerah miss V menjadi sarang bakteri yang mengakibatkan timbul rasa gatal dan bau tidak sedap. Jika diteruskan, infeksi hingga peradangan bisa menjadi akibat terburuknya. Tentunya kalian tidak mau hal itu terjadi bukan? Oleh karenanya, seringlah mengganti celana dalam paling tidak 3 jam sekali atau jika telah merasa tidak nyaman di area kewanitaan.

Jangan lupa pilihlah celana dalam yang longgar dan tidak terbuat dari bahan katun ya.

4. Personal Hygiene

cara mengatasi keputihan personal hygiene

Image Source

Erat kaitannya dengan sering mengganti celana dalam. Seorang wanita, terlebih dalam kondisi keputihan harus rajin menjaga kebersihan diri. Personal hygiene disini termasuk didalamnya vulva hygiene (kebersihan miss V) ya, ladies.. Basuhlah daerah kewanitaan setiap kalian akan mengganti celana dalam. Tidak perlu membasuhnya dengan sabun atau cairan pembersih miss V, karena cairan ini menyebabkan kerusakan pH murni dalam area miss V dan mematikan bakteri baik sehingga resiko terjadinya iritasi menjadi lebih besar.

Bilaslah dengan air bersih dan mengalir dengan arah dari depan ke belakang. Kalian bisa membasuh dengan air rebusan daun sirih yang telah dibiarkan dingin dengan sendirinya. Hindari membersihkan daerah kewanitaan dari belakang ke depan, karena hal itu dapat menyebabkan perpindahan bakteri dari area anus mengenai area miss V kalian.

5. Bilas Menggunakan Air Hangat

cara mengatasi keputihan membilas dg air hangat

Image Source

Tindakan ini akan sangat membantu jika keputihan yang kalian alami disertai gatal namun tidak disertai bengkak. Membilas miss V dengan air hangat memang sangat dianjurkan karena hal ini dapat membunuh bakteri jahat yang bersarang di daerah kewanitaan. Namun jika keputihan disertai dengan bengkak, jangan sekali-kali menggunakan air hangat untuk membilasnya, karena hal ini akan menyebabkan peradangan lebih besar.

Sebaliknya, gunakan air dingin untuk mengkompres area miss V yang mengalami pembengkakan. Jika bengkak berlanjut, sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan tenaga medis yang ahli di bidangnya.

Ya, itulah beberapa hal yang perlu kalian lakukan untuk meredakan keputihan serta mengurangi ketidaknyamanan yang sering timbul akibat keputihan. Semoga tips di atas bermanfaat ya, ladies. 🙂